Non Relational Database: Redis
Hallo readers, terimakasih telah menjadi pengunjung setia blogku, bagaimana kabar kalian? Semoga kalian dalam keadaan sehat. Masih berkaitan tentang NoSQL yang aku bahas pada kesempatan kesempatan sebelumnya, mungkin kalau dikesempatan sebelumnya membahas tentang MongoDB, dikesempatan kali ini aku akan membahas tentang salah satu temannya MongoDB yaitu Redis. Mungkin readers akan bertanya – tanya apa itu Redis? Kapan Redis dikembangan? Apa saja kelebihannya? Ya kalau seperti itu tidak usah lama – lama lagi, mari kita bahas. Redis adalah salah satu dari sekian jenis NoSQL, yang dikembangkan pada tahun 2009. Redis memiliki penyimpanan struktur data yang fleksibel, open-source (berlisensi BSD), dan digunakan sebagai basis data, cache, serta message broker. Seperti database NoSQL lainnya yaitu Cassandra, CouchDB, dan MongoDB, Redis memungkinkan pengguna untuk menyimpan sejumlah besar data tanpa batas-batas basis data relasional. Redis mendukung berbagai struktur data seperti string, hash, set, lists, sorted sets, bitmaps, hyperloglogs dan indeks geospasial dengan radius queries. Redis memiliki replikasi bawaan, Lua scripting, LRU eviction, transaksi, dan berbagai tingkat on-disk persistence, dan menyediakan availability yang tinggi melalui Redis Sentinel dan partisi otomatis dengan Redis Cluster. Redis dapat dikompilasi dan digunakan di Linux, OSX, OpenBSD, NetBSD, FreeBSD. Ini mendukung arsitektur endian besar dan kecil, dan sistem 32bit dan 64bit. Redis dikelola dan dikembangkan oleh Salvatore Sanfilippo. Di masa lalu, Pieter Noordhuis dan Matt Stancliff menyediakan sejumlah besar kode dan ide untuk Redis core dan client libraries. Perintah Redis digunakan untuk melakukan beberapa operasi pada server Redis. Untuk menjalankan perintah di server Redis, diperlukan klien Redis. Nah, bagaimana readers sekalian menarik untuk mempelajari Redis? Tapi sebelum mempelajari Redis pastikan readers melakukan installisasi redis terlebih dahulu, untuk link download redis silahkan klik disini. Oke setelah redears selesai mendownload Redis, lakukan instalisasi seperti biasanya, jika sudah mari kita mulai membahas tentang Redis. Pertama – tama kita mulai dengan Macam – macam tipe data yang digunakan Redis, yaitu:
a. String:
String merupakan tipe data yang paling sering di pakai. Pada redis penggunaan string di batasi dengan ukuran 512 megabytes. Contoh penggunaan Script String sebagai berikut
b. Hashes:
Hashes merupakan tipe data yang bisa menyimpan beberapa isi pasangan FIELD dalam satu KEY. Pada tipe data ini, kita bisa menyimpan maksimal 232 – 1 pasang data. Contoh penggunaan Script Hashes sebagai berikut
c. Lists:
Lists merupakan tipe data yang modelnya hampir mirip sama tipe data String. Tetapi Lists memiliki kelebihan lain yaitu dapat menyimpan beberapa VALUE pada satu KEY. Kita bisa menambahkan VALUE pada depan atau belakang data. Contoh penggunaan Script Lists sebagai berikut
d. Sets:
Sets merupakan tipe data yang memiliki struktur seperti LISTS, bedanya adalah SETS tidak memiliki urutan. Perbedaan yang lain adalah, pada SETS ketika suatu VALUE sudah exist/ ada pada KEY yang sama, maka VALUE itu tidak akan di input kembali ke dalam SETS. Contoh penggunaan Script Sets sebagai berikut
e. Sorted Sets:
Sorted Sets merupakan tipe data yang karakternya mirip seperti SETS. Tetapi kita bisa mengurutkan VALUE pada KEY yang sama. Contoh penggunaan Script Sorted Sets sebagai berikut
f. HyperLogLog:
HyperLogLogs yang sebenarnya tipe data berdasarkan tipe basis String, tetapi memiliki semantik sendiri. Contoh penggunaan Script HyperLogLogs sebagai berikut
Penjelasan diatas merupakan perintah – perintah dasar dalam mengoperasikan Redis, mungkin dari beberapa readers masih penasaran dengan perintah – perintah dalam mengoperasikan Redis, readers sekalikan dapat klik type data berikut string, hashes, set, lists, sorted sets, dan hyperloglogs untuk menambah pengetahuan tentang Redis.






Komentar
Posting Komentar